Selamat Datang di Website Resmi SMA Negeri 1 Padang Panjang. Religius, Berdaya Saing Global dan Cinta Lingkungan.
Banner
jardiknaswikipedia Indonesia
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 810307 visitors
  Hits : 750 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

firdaus.asri@yahoo.com    
Agenda
06 December 2020
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9

MIND MAP DALAM PBM BAHASA JEPANG, STUDI KASUS PADA SISWA KELAS XA SMAN 1 PADANG PANJANG

Tanggal : 08-03-2017 11:15, dibaca 3255 kali.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Penelitian tindakan atau action research merupakan salah satu jenis penelitian yang dilakukan langsung oleh para pelaksana di lingkungan kerjanya guna memperbaiki dan meningkatkan kinerja mereka tanpa harus meninggalkan pekerjaan sehari-harinya. Misalnya, seorang guru dapat melakukannya di kelas sambil menjalankan tugasnya.
Penerapan jenis penelitian ini ke dalam bidang pengajaran di kelas dinamakan penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Reserach (CAR). PTK merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas sesuai dengan bidang
yang diajarkan, mulai dari perencanaan tindakan, pelaksanaan, sampai pengamatan hasilnya, kemudian disusul dengan tindakan refleksi guna meningkatkan kualitas PBM. Keutamaan PTK adalah: (1) masalah yang dibahas merupakan masalah yang dialami guru di lapangan; (2) tujuannya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas
pembelajaran; (3) metode utamanya adalah refleksi, tetapi tetap memperhatikan kaidah penelitian sebagaimana mestinya; (4) kegiatan pembelajaran merupakan fokus penelitian; dan (5) guru bertindak sebagai pengajar dan sekaligus sebagai peneliti.

Khususnya dalam mata pelajaran bahasa Jepang, selain jugyou nagare (alur pengajaran) yang diterapkan guru dalam pengajaran (PBM), guru juga harus menginventarisir persoalan terjadi selama dan setelah PBM selesai. Berdasarkan pengalaman penulisan dalam mengajarkan bahasa Jepang di SMA baik di kota Padang Panjang maupun kota Bukittinggi, terdapat persoalan yang cukup unik, yaitu ketika PBM berlangsung siswa dapat mengusai materi dengan baik, tetapi ketika ujian (harian, mid maupun semester) siswa merasa kesulitan dan mendapatkan nilai kurang dari apa yang mereka inginkan. Ini penulis rasakan dari tahun 2003 sampai tahun 2010.  Pada 21-23 Desember 2009 penulis mengikuti pelatihan mind map di SMAN 1 Bukittinggi, yang menurut penulis bisa diterapkan dalam PBM bahasa Jepang, dan juga
menjadi alternatif untuk permasalahan yang penulis hadapi. Untuk itu penulis mengangkat judul dalam PTK ini : “Mind Map dalam PBM Bahasa Jepang, studi kasus pada siswa kelas XA SMAN 1 Padang Panjang tahun pelajaran 2011 – 2012”.
B. Rumusan masalah
Selain permasalah yang penulis sebutkan diatas, secara umum ada beberapa latar belakang kenapa nilai mereka tidak sesuai dengan target yang diinginkan, antara lain :

1. Banyaknya mata pelajaran yang mesti dikuasai

2. Kurangnya waktu untuk mengulang pelajaran (mulai tahun pelajaran 2011-2012 di SMAN 1 Padang Panjang pelajaran dari pukul 07.15 sampai dengan 16.15)

3. Terlalu banyak tugas yang mesti dikerjakan.

Seperti yang penulis sampaikan diawal tadi permasalah yang dihadapi siswa bukan karena tidak mengerti pelajaran bahasa Jepang, tapi banyaknya mata pelajaran yang mesti dikuasai dan kurangnya waktu untuk mengulang pelajaran tersebut, merupakan kendala utama sehingga siswa tidak mencapai nilai yang mereka inginkan.

C. Tujuan Penelitian

Sedangkan tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah:

1. Mengetahui sejauh mana mind map dapat membantu siswa mendapatkan nilai
yang diinginkannya.

2. Untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh guru dan siswa

D. Manfaat Penelitian

Bagi guru

1. Dapat mengetahui apa yang yang menjadi kendala dalam siswa dalam belajar, khususnya guru bahasa Jepang

2. Dapat memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh guru maupun siswa

Bagi siswa

1. Menemukan metode baru untuk belajar

2. Dalam belajar siswa dapat menggunakan kedua belahan otaknya, sehingga menjadi siswa yang lebih kreatif lagi

BAB II
LANDASAN TIORITIS

Pengertian Mind map
Menurut penciptanya Tony Buzan mendefenisikan: Mind Map adalah salah satu cara belajar dengan menggunakan kemampuan otak kiri dan otak kanan, yaitu suatu teknik-grafik ampuh yang menyediakan suatu kunci yang
universal untuk membuka seluruh potensi otak manusia sehingga dapat menggunakan seluruh kemampuan yang ada dikedua belah otak seperti kata, gambar, angka, logika, ritme, warna dalam suatu cara yang unik (Djohan Yoga, 2009).
Tony Buzan adalah seorang ahli dibidang otak dan pengajaran pada akhir tahun 1970-an yang hingga saat ini memegang rekor IQ tertinggi di dunia. Serta, telah mengarang lebih dari 95 buku best seller yang diterjemahkan kedalam lebih dari 30 bahasa dunia dan digunakan di 150 negara di seluruh dunia. Selama ini kita dunia pendidikan kita selalu didominasi tulisan yang bersifat linier (berpikir step demi step), sehingga merusak otak kita yang bersifat radiant, yaitu berpikir secara memancar dari satu titik kearah yang memungkinkan proses berpikir dapat mengalir bebas, hai ini akan memicu munculnya banyak ide-ide secara simultan. Sedangkan yang dimaksud mind map dalam PBM bahasa Jepang adalah membantu siswa dalam menyimpulkan dan membuat mind map dari satu pokok bahasan/bab pelajaran, sehingga siswa dapat dengan mudah mengulang pelajaran, dan mendapat nilai yang diinginkan.

BAB III
METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Jepang dengan cara menggunakan mind map. Penelitian ini digolongkan kepada penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Tujuannya untuk mengetahui penggunaan mind map dalam PBM
bahasa Jepang dapat membantu siswa mendapatkan nilai yang diinginkannya. Menurut Arikunto dalam skripsi Fitri Yansyah (2003:15) penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk menggumpulkan informasi apa saja mengenai status, situasi, dan gejala yang ada yaitu keadaan sesungguhnya dimana dan
pada saat penelitian itu dilakukan. Subjek penelitian ini adalah siswa XA di SMAN 1 Padang panjang, yang berjumlah 30 orang dan dilaksanakan pada mid semister 1 tahun pelajaran 2011 – 2012, dari bulan Juli sampai dengan Oktober 2011.
Penggumpulan data berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah hasil ujian harian maupun ujian mid semester. Data sekunder penulis himpun dari pengamatan, wawancara dan studi pustaka.

Hipotesis

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : Mind map dalam PBM bahasa Jepang dapat membantu siswa mencapai hasil yang diinginkannya.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembelajaran.

Diawal pembelajaran, guru menerangkan berapa nilai KKM, setelah mendapat penjelasan apa yang mesti dipelajari, guru mengarahkan siswa untuk mencapai berapa nilai yang diinginkan masing-masing siswa (harus diatas KKM).
Dalam proses belajar mengajar, guru menggunakan jugyou nagare seperti yang diajarkan pada diklat dasar, memakai media ajar sebagai alat bantu sehingga siswa bisa dan dapat menguasai pelajaran bahasa Jepang dengan baik. Diakhir pembelajar, guru memberitahukan berapa nilai yang diperoleh oleh siswa serta melakukan evaluasi, baik terhadap guru (mengenai PBM), maupun terhadap siswa sendiri (mereka menuliskan didalam buku catatan agar mereka dapat membaca dan mengingat apa yang telah mereka lakukan selama belajar bahasa Jepang).

Angket.

Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan angket, hasilnya:

1. Sudah pernahkah belajar bahasa Jepang?
    a. Sudah : 2 orang (7%)
    b. Belum : 28 orang (93%)

2. Kalau sudah berapa lama belajar bahasa Jepang?
   a. 6 bulan : -
   b. 1 tahun : 2 orang (100%)

3. Bagaimana cara guru mengajar?
   a. Menarik : 28 orang (93%)
   b. Cukup menarik : 2 orang (7%)
   c. Tidak menarik : -

4. Apakah guru menggunaan media dalam PBM?
   a. Menggunakan : 30 orang (100%)
   b. Tidak : -
   c. Kadang-kadang : -

5. Bagaimana pendapat anda menggenai penggunaan media dalam PBM?
   a. Menarik : 23 oranga (76%)
   b. Cukup menarik : 7 orang (24%)
   c. Tidak menarik : -

6. Apakah soal yang diujikan oleh guru sesuai dengan materi yang diberikan?
   a. Ya : 30 orang (100%)
   b. Tidak : -

7. Apakah anda pernah mengenal mind map?
   a. Ya : 10 orang (33%)
   b. Tidak : 20 orang (67%)

8. Kalau ya apakah anda sudah pernah menggunakan mind map dalam pelajaran?
   a. Pernah : 2 orang (20%)
   b. Tidak pernah : 8 orang (80%)

9. Apakah guru bahasa Jepang mengajarkan pembuatan mind map?
   a. Ya : 30 orang (100%)
   b. Tidak : -

10. Apakah anda membuat mind map dalam pelajaran bahasa Jepang?
    a. Ya : 30 orang (100%)
    b. Tidak : -

11. Apakah anda menggulang pelajaran bahasa Jepang dengan menggunakan mind
map?
    a. Ya : 21 orang (70%)
    b. Tidak : -
    c. Kadang-kadang : 9 orang (30%)

12. Apa keuntungan menggunakan mind map (jawaban boleh lebih dari 1)?
    a. Waktu mengulang sedikit : 30 (orang)
    b. Mudah diingat : 15 (orang)
    c. Ringkas : 25 (orang)
    d. Dll (sebutkan) :
        1. Menarik : 18 (orang)
        2. Tidak membosankan : 22 (orang)

13. Apa kendala yang dihadapi dalam menggunakan mind map?
      a. Malas membuatnya: 5 (orang)
      b. Waktunya lama : 25 (orang)

14. Berapa target yang ingin dicapai dalam PBM?
     a. 80 – 85 : -
     b. 86 – 90 : 3 orang (10%)
     c. 91 – 95 : 6 orang (20%)
     d. 96 – 98 : 21 orang (70%)

15. Berapa hasil yang dicapai dalam PBM?
     a. Lebih : 22 orang (73%)
     b. Cukup : 8 orang (27%)
     c. Kurang : -

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil angket yang penulis teliti, ternyata diluar dugaan penulis lebih dari 2/3 atau 73% peserta didik mendapatkan nilai yang lebih dari apa yang mereka harapkan dan tidak satupun yang mendapatkan nilai dibawah KKM, karena dengan Main Map mereka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengulang pelajaran, mudah diingat,
bentuk catatan lebih variatif serta lebih menyenangkan, dengan rumus 1 7 1 3 mereka tidak merasakan beban berat untuk mengulang pelajaran.

B. Saran

Setiap sekolah diyakini akan memiliki tingkat persoalan pembelajaran bahasa Jepang yang berbeda, baik dari penyampaian materi maupun hasil belajarnya. Walaupun tidak tercantum dalam KTSP, penggunaan mind map dapat digunakan dalam pembelajaran, sehingga dapat diadopsi oleh guru atau siapa saja yang berminat menggunakan mind
map dalam pembelajaran, bukan hanya materi yang harus diperbaiki tapi proses pembelajaran yang berorientasi kepada kreatifitas siswa perlu ditingkatkan. Menjadikan sekolah yang menyenangkan, mata pelajaran yang menyenangkan dan menjadi guru yang menyenangkan merupakan tugas utama dari seorang guru!

 

Daftar Pustaka

Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Supardi. 2006. Peneilitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bina Aksara.

Sutedi, Dedi, MA. 2001. Metodologi Penelitian Bahasa Jepang. Bahan ajar mata kuliah “metodelogi penelitian Bahasa Jepang”, Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Yansyah, Fitri, S. Pd, 2003. Efektifitas Buku teks Bahasa Jepang Kurikulum 1994 terhadap kemampuan siswa di SMA 10 Bandung, skripsi, UPI, Bandung.



Pengirim : FITRI YANSYAH, S. Pd
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas