Selamat Datang di Website Resmi SMA Negeri 1 Padang Panjang. Religius, Berdaya Saing Global dan Cinta Lingkungan.
Banner
jardiknaswikipedia Indonesia
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 810302 visitors
  Hits : 473 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

firdaus.asri@yahoo.com    
Agenda
06 December 2020
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9

PENGEMBANGAN WEB PEMBELAJARAN

Tanggal : 03-04-2017 13:40, dibaca 1607 kali.

PENDAHULUAN

Teknologi komputer dan internet yang semakin berkembang pesat  telah menjadi kebutuhan dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Melalui fasilitas internet, komunikasi dan informasi tidak lagi dibatasi oleh ruang maupun waktu.  Berbagai macam informasi bisa didapat dengan mudah, di mana saja dan kapan saja.

Survei terbaru yang dilakukan oleh MarkPlus Insight (2011) menyebutkan bahwa pengguna Internet di Indonesia di tahun 2011 mencapai 55 juta orang. Dibanding penduduk Indonesia yang diperkirakan sekitar 240 juta jiwa, 23% sudah terpenetrasi koneksi Internet yang kebanyakan berpusat di kota-kota besar. Penetrasi internet yang mencapai 23% dari keseluruhan rakyat Indonesia merupakan sebuah prestasi dan aset yang berharga. Namun penggunaan internet di Indonesia belum terlalu optimal. Penggunaan teknologi ini bagi sebagian besar pengguna internet di Indonesia sebagian besar masih terbatas pada sarana komunikasi melalui situs jejaring sosial atau bermain game online. Padahal ada begitu banyak keuntungan yang bisa didapat jika kita bisa menggunakan internet secara bijak terutama bagi dunia pendidikan. Darmansyah (2010:25) menyebutkan bahwa, “Salah satu keterampilan yang perlu bagi guru dan peserta didik adalah tentang pembelajaran berbasis web”.

Internet menyediakan berbagai macam fitur dan konten yang bisa dimanfaatkan untuk memperkaya wawasan penggunanya. Ada jutaan judul buku yang bisa diunduh dari perpustakaan online. Informasi terbaru dapat diakses tanpa batasan waktu. Bahkan ada beberapa universitas terkemuka di Indonesia yang menyediakan layanan perkuliahan online, seperti Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjahmada, Universitas Dian Nuswantoro Semarang dan lain-lain.

Kuliah online berusaha untuk menunjang perkuliahan tatap muka, sehingga ketika dosen berhalangan hadir, mahasiswa tetap dapat belajar dengan cara mengunduh materi digital dalam bentuk ebook sesuai dengan link url yang diberikan dosen tersebut, tentu saja setelah materi tersebut diunggah di sebuah lokasi di internet. Atau dosen tersebut menuliskan materi kuliah di Blog, mahasiswa bisa melakukan copy paste materi kemudian mempelajari materi sendiri, suatu saat ketika dia mengalami kesulitan maka dia bisa mengirimkan sebuah pertanyaan lewat forum diskusi  atau lewat email. Tugas-tugas yang harus diselesaikanpun bisa didapatkan dari website tersebut dan mahasiswa juga bisa mengirimkan kembali tugasnya melalui e-mail kepada dosennya tanpa harus repot-repot menemui sang dosen yang bisa saja juga berhalangan pada saat itu

Imron (2007: 16) menyebutkan bahwa kuliah online bisa menghemat biaya secara signifikan. Mahasiswa bisa mendapatkan materi, tugas, mengirimkan tugas dan berdiskusi tanpa harus datang ke kampus yang jarak tempuhnya memerlukan waktu dan biaya. Perkuliahan juga bisa dilakukan secara lebih fleksibel karena bisa dilakukan kapan saja dengan tidak dibatasi oleh waktu.

Perkuliahan secara online ini cocok diterapkan untuk perguruan tinggi yang kebanyakan mahasiswanya mengalami permasalahan dalam perkuliahan tatap muka karena kurangnya waktu untuk mendalami materi perkuliahan secara mandiri. Permasalahan ini disebabkan oleh pekerjaan atau hal lainnya seperti yang terjadi di Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Padang (UNP) jurusan Teknologi Pendidikan Konsentrasi Pendidikan Matematika.

Sebagian besar mahasiswa di Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Padang jurusan Teknologi Pendidikan Kosentrasi Pendidikan Matematika adalah guru-guru yang mempunyai jadwal mengajar yang padat di sekolah masing-masing. Seringkali jadwal kuliah yang telah ditetapkan bentrok dengan jadwal di sekolah masing-masing yang juga tidak dapat ditinggalkan.

Mahasiswa tersebut juga sering mengalami masalah dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Berdasarkan hasil pengamatan mereka sering kali mengeluh karena kesulitan dalam menyelesaikan tugas baik secara pribadi ataupun kelompok. Khusus untuk tugas berkelompok mereka sering memberikan beban untuk menyelesaikan tugas tersebut pada satu atau dua orang tertentu dengan alasan mereka tidak memiliki waktu untuk berdiskusi karena terbatas oleh jarak, ruang dan waktu.

Sistem pembelajaran jarak jauh lebih cocok diterapkan pada pembelajaran orang dewasa karena  bagi orang dewasa belajar berhubungan dengan bagaimana  mengarahkan diri sendiri untuk bertanya dan mencari  jawabannya (Supriantono, 2008:3). Umumnya mahasiswa S2 adalah orang dewasa yang dapat mengatur jadwalnya sendiri sehingga cocok untuk mengikuti perkuliahan secara online.

Permasalahan di atas masih ditambah oleh jumlah dosen matematika di PPs Universitas Negeri Padang yang masih terbatas. Berdasarkan hasil pengamatan, jumlah dosen matematika baru berjumlah 6 orang. Jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa PPs UNP yang tiap tahun terus mengalami peningkatan. Kekurangan jumlah dosen ini berdampak kepada  kurangnya waktu dalam melayani mahasiswa yang ingin berkonsultasi tentang perkuliahan atau bimbingan penyusunan tesis.

Pembelajaran berbasis Web pada awalnya dilandasi teori behaviouristik, dimana teori ini dipelopori oleh Thorndike, Pavlov  dan Skinner dalam Ally (2004:5) yang menyatakan bahwa belajar adalah tingkah laku yang dapat diamati yang disebabkan adanya stimulus dari luar. Seseorang dapat dikatakan belajar ditunjukkan dari perilaku yang dapat dilihat bukan dari apa yang ada dalam fikiran siswa (Ally, 2004:7), lebih lanjut perkembangan pembelajaran berbasis web dilandasi  teori  psikologi  kognitif  yang  menyatakan  bahwa  belajar mencakup penggunaan daya ingat, motivasi dan fikiran, dan refleksi. Psikologi kognitif memandang belajar sebagai proses internal dan jumlah yang dipelajari tergantung pada kapasitas proses belajar, usaha yang dilakukan selama proses belajar, kedalaman proses tersebut dan struktur pengetahuan yang dimiliki oleh siswa (Ally, 2004:7).

Pembelajaran berbasis Web pada awalnya dilandasi teori behaviouristik, dimana teori ini dipelopori oleh Thorndike, Pavlov  dan Skinner dalam Ally (2004:5) yang menyatakan bahwa belajar adalah tingkah laku yang dapat diamati yang disebabkan adanya stimulus dari luar. Seseorang dapat dikatakan belajar ditunjukkan dari perilaku yang dapat dilihat bukan dari apa yang ada dalam fikiran siswa (Ally, 2004:7), lebih lanjut perkembangan pembelajaran berbasis web dilandasi  teori  psikologi  kognitif  yang  menyatakan  bahwa  belajar mencakup penggunaan daya ingat, motivasi dan fikiran, dan refleksi. Psikologi kognitif memandang belajar sebagai proses internal dan jumlah yang dipelajari tergantung pada kapasitas proses belajar, usaha yang dilakukan selama proses belajar, kedalaman proses tersebut dan struktur pengetahuan yang dimiliki oleh siswa (Ally, 2004:7).

Munculnya kontruktivisme yang dipelopori oleh Piaget, Bruner dan Vygotsky pada awal abad 20-an yang mempunyai pandangan bahwa pengetahuan dan pemahaman tidaklah diperoleh secara pasif akan tetapi dengan cara yang aktif melalui pengalaman personal dan aktivitas eksperiental. Konsep kunci dari konstruktivisme adalah bahwa pebelajar adalah aktif dan mencari untuk membuat pengertian tentang apa yang ia fahami. Dan ini berarti belajar membutuhkan untuk fokus pada skenario berbasis problem, belajar berbasis proyek, belajar berbasis tim, simulasi dan penggunaan teknologi (Jollife, 2001:21), selain itu menurut Cooper (Ally: 2004:7) konstruktivis memandang peserta didik menginterpretasi informasi dan dunia sesuai dengan realitas personal mereka, dan mereka belajar melalui observasi, proses, dan interpretasi dan membentuk informasi tersebut kedalam pengetahuan personalnya. Dalam pandangan konstruktivistik, peserta didik akan belajar dengan baik apabila mereka dapat membawa pembelajaran kedalam konteks apa yang sedang mereka pelajari kedalam penerapan kehidupan nyata sehari-hari dan mendapat manfaat bagi dirinya.

Konstruktivisme itu sendiri menganggap manusia mampu mengkonstruk atau membangun pengetahuan setelah ia berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam lingkungan  yang sama, manusia akan mengkonstruk pengetahuannya secara berbeda-beda  yang  tergantung  dari  pengalaman  masing-masing  sebelumnya (Poedjiadi, 2005:70). Selanjutnya Poedjiadi (2005:72) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran, guru perlu memotivasi siswa menggunakan teknik – teknik yang kritis untuk mengaplikasikan konsep-konsep yang bermakna bagi dirinya. Dan ini juga berarti belajar tidaklah terjadi dengan cara yang linier melainkan melalui serangkaian siklus yang berulang.

Ketiga  teori  tersebut  yaitu  behaviouristik,  psikologi  kognitif,  dan konstruktivisme inilah yang mendasari model belajar berbasis e-learning, hal ini diungkapkan Ertmer and Newby  dalam Ally (2004:7) bahwa ketiga teori belajar  tersebut  dapat  digunakan sebagaitaksonomiuntukbelajar.Strategi  behavioris dapat digunakan untuk mengajar “apa”(fakta-fakta), strategi kognitif dapat digunakan untuk mengajar “bagaimana” (proses dan prinsip-prinsip).dan strategi  konstruktivis  dapat  digunakan  untuk  mengajar “mengapa”(tingkat berfikir yang lebih tinggi yang dapat mengangkat makna personal, keadaan dan belajar kontekstual).

Landasan yang digunakan untuk pembelajaran berbasis web lainnya adalah teori sistem yang diperkenalkan oleh Ludwig von Bertalanffy pada tahun 1968. Menurut Ludwig dalam  Darmansyah (2010:163) bahwa terdapat model-model, prinsip, dan hukum yang berlaku dalam sistem-sistem umum atau subsistem, yang memiliki berbagai jenis komponen, sifat unsur-unsur yang saling berhubungan serta “memiliki kekuatan” satu sama lain yang mengakibatkan munculnya kemiripan structural di berbagai bidang. Darmansyah (2010:163) juga juga menjelaskan bahwa “Konsep-konsep yang muncul dalam sains kontemporer menyatakan bahwa pemecahan masalah dalam sebuah sistem tidak dilakukan dalam komponen-komponen kecil, melainkan secara terpadu komprehensif pada seluruh komponen”. 

Landasan teori sistem pada pembelajaran berbasis web adalah untuk memberikan pondasi terhadap desain pembelajaran dengan konsep sistem. Materi ajar yang dirancang dalam pembelajaran berbasis web seharusnya mempertimbangkan berbagai elemen, komponen dalam sistem pelajaran. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Darmansyah (2010:167) bahwa pembelajaran berbasis web terdiri atas beberapa komponen antara lain: materi ajar, strategi pembelajaran, media, guru (fasilitator), peserta didik, fasilitas pendukung, dan lingkungan.

Komunikasi dapat diartikan sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Pada dasarnya model komunikasi diawali dari seorang sender menciptakan pesan dan mengirimkannya kepada receiver melalui suatu sistem pesan, diproses dan diinterpretasikan kemudian diberikan umpan balik kepada sender (Darmansyah, 2010:168).

Prinsip utama dari teori komunikasi yang digunakan dalam desain pembelajaran berbasis web dihubungkan dengan desain pesan seperti yang dinyatakan oleh Grabowski dalam Darmansyah (2010:169) bahwa desain pesan merupakan salah satu langkah proses pengembangan yang membawa spesifikasi cetak biru desain pembelajaran dalam detail yang lebih besar. Seperti cetak biru untuk sebuah rumah yang tidak memiliki spesifikasi sentuhan akhir tentang warna, penempatan furnitur. Pembelajaran tidak selalu memberikan spesifikasi bentuk pesan yang harus diambil.

Darmansyah (2010:169) menjelaskan bahwa desain pesan yang dimaksud meliputi fitur-fitur visual teks dan grafik serta penempatanya dalam satu halaman. Dalam suatu lingkungan pembelajaran berbasis web, desain pesan yang cocok tergantung pada desainer yang tampak dalam bentuk tata letak halaman web. Ide-ide pada rancangan pesan membantu desainer menyediakan dialog dan perubahan informasi yang efektif

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa desain pesan yang tepat dalam pembelajaran berbasis Web akan membantu proses penyampaian informasi sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai.

Konsep lain yang melandasi desain pembelajaran berbasis web adalah pendidikan jarak jauh (Distance Learning). Artinya pendekatan yang digunakan dalam mendisain pembelajaran berbasis Web didasarkan pada konsep pendidikan jarak jauh.

Schlosser dan Anderson dalam Darmansyah (2010:182) mendefinisikan kembali peran pendidikan jarak jauh dalam kaitannya dengan penerapan teknologi, masalah desain, metode dan strategi untuk meningkatkan interaktivitas dan belajar aktif, karakteristik peserta didik, dukungan peserta didik, masalah operasional, kebijakan dan isu-isu pengelolaan, pemerataan dan aksesibilitas, dam biaya/manfaat merupakan sesuatu yang penting untuk dilakukan.

Wedemeyer dalam Rusman (2010:371) juga menjelaskan bahwa untuk mengatasi persoalan jarak dalam sistem pendidikan terbuka jarak jauh perlu diciptakan sistem pembelajaran yang memerhatikan aspek-aspek yaitu (1) Peserta didik belajar terpisah dari guru/instruktur, (2) Isi pelajaran disampaikan melalui tulisan atau media lain, (3) Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan individual dan proses belajar terjadi melalui kegiatan peserta didik, (4) Belajar dapat dilakukan di tempat yang dianggap sesuai untuk peserta didik di lingkungannya sendiri, (5) Peserta didik bertanggung jawab atas kemajuan belajarnya, dan mempunyai kebebasan dalam menentukan kapan akan mulai dan akan berhenti belajar, serta kebebasan dalam menentukan kecepatan belajarnya.

Tulisan ini merupakan hasil penerapan pengembangan web pembelajaran yang dilaksanakan pada perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Matematika pada Program Pascasarjana di Universitas Negeri Padang. Rumusan masalah yang dikembangkan dalam penelitian adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana validitas prototipe web pembelajaran untuk matakuliah Evaluasi Pembelajaran Matematika?
  2. Bagaimana praktikalitas pengembangan prototipe web pembelajaran untuk matakuliah Evaluasi Pembelajaran Matematika?
  3. Bagaimana efektifitas pengembangan prototipe web pembelajaran untuk matakuliah Evaluasi Pembelajaran Matematika?

METODE

Penelitian ini dirancang dengan menggunakan model pengembangan pendidikan IDI (Instructional Development Institute) yang menerapkan prinsip-prinsip pendekatan sistem yang terdiri atas tiga tahapan besar, yaitu penentuan (define) atau analisis kebutuhan, pengembangan (develop) dan evaluasi (evaluate) (Muddhofir, 1990:29).

Instrumen dikembangkan dalama tiga bentuk, yaitu: (1) lembar validasi, (2) pedoman wawancara, (3) angket. Lembar validasi digunakan untuk mengetahui validitas bahan ajar berbasis web dan instrumen yang telah dirancang. Lembar validasi pada penelitian ini terdiri atas 4 macam yaitu: (1) lembar validasi web perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Matematika, (2) lembar validasi bahan ajar perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Matematika, (3) lembar validasi angket praktikalitas, (4) lembar validasi panduan wawancara dengan mahasiswa.

Pedoman wawancara digunakan untuk mengungkapkan efektivitas penggunaan web pada perkuliahan di kelas. Pedoman wawancara berisi pertanyaan-pertanyaan tentang tanggapan terhadap materi, desain pembelajaran dan sistem informasi yang terdapat pada web Perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Matematika.

Angket digunakan untuk melihat praktikalitas pelaksanaan Perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Matematika berbasis web dan kendala-kendala yang terlihat pada pelaksanaan perkuliahan. Indikator-indikator yang akan digunakan adalah kesesuaian dengan waktu pembelajaran, kemudahan menggunakan web pembelajaran dan manfaat yang didapatkan dari web pembelajaran.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Rangkuman hasil analisis poling kesesuaian durasi waktu pembelajaran berbasis web dengan waktu pembelajaran tatap dan hasil analisis sebaran poling pendapat tentang kemudahan menggunakan web terlihat bahwa persentase terbesar diperoleh mahasiswa setuju web menuntut kemandirian dan keaktifan dalam belajar (47,50%). Mahasiswa setuju contoh soal dan latihan dalam web menambah motivasi dalam kuliah (57,50%). Mahasiswa sangat setuju isi web berguna untuk perkuliahan (42,50%). Mahasiswa ragu-ragu animasi/gambar dalam web pembelajaran membantu perkuliahan (45,00%). Mahasiswa setuju manajemen penilaian sesuai dengan perkuliahan (45,00%). Mahasiswa setuju tugas diakhir materi menambah tantangan untuk menyelesaikannya (52,50%). Mahasiswa ragu-ragu web memberikan kesempatan untuk memberikan jawaban dan memberitahu kebenaran jawaban yang diberikan (30,00%). Mahasiswa ragu-ragu web memberikan kesempatan interaksi dengan mahasiswa yang lain (37,50%). Secara keseluruhan web pembelajaran memberikan manfaat untuk perkuliahan (71,94%)

Data keefektifan perangkat pembelajaran berbasis web diperoleh lembar wawancara yang diakses oleh mahasiswa secara online. Hasil wawancara dengan mahasiswa terperinci pada lampiran 8. Menurut mahasiswa web pembelajaran http://evaluasimatematika.net/sudah efektif dan efisien.

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat diidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi mahasiswa pada perkuliahan berbasis web, yaitu: (1) Kesulitan berinteraksi dengan dosen atau dengan mahasiswa yang lainnya karena jadwal mahasiswa dalam mengakses web yang berbeda-beda, (2) Mahasiswa kesulitan memperoleh umpan balik dari tugas-tugas yang telah dikumpulkan, (3) Mahasiswa kurang bisa memaksimalkan forum diskusi yang telah disediakan.

Perancangan web pembelajaran hendaknya selalu memperhatikan aspek-aspek yang melatarbelakangi pembelajaran berbasis web serta mampu memuat sistem pembelajaran jarak jauh. Menurut Wedemeyer dalam Rusman (2010:371) sistem pembelajaran jarak jauh perlu memperhatikan aspek-aspek berikut: (1) Peserta didik terpisah dari guru/intruktur, (2) Isi pelajaran disampaikan melalui tulisan atau media lain, (3) Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan individual dan proses belajar terjadi melalui kegiatan peserta didik, (4) Belajar dapat dilakukan di tempat yang dianggap sesuai untuk peserta didik di lingkungannya sendiri, (5) Peserta didik bertanggung jawab atas kemajuan belajarnya, dan mempunyai kebebasan dalam menentukan kapan akan memulai dan akan berhenti belajar, serta kebebasan dalam menentukan kecepatan belajarnya. Setelah selesai dirancang, hasil rancangan prorotipe dikonsultasikan untuk mendapatkan masukan tentang perlu tidaknya dilakukan revisi dalam rangka menjamin kevalidan produk.

Sebelum proses validasi, dilakukan terlebih dahulu tahap analisis muka-belakang yang bertujuan untuk menganalisis web pembelajaran dan menganalisis bahan ajarperkuliahan. Evaluasi Pembelajaran. Tahapan ini dilaksanakan untuk mengembangkan prototipe perangkat pembelajaran berbasis web. Tahap analisis muka-belakang dilakukan agar prototipe yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Prototipe yang dikembangkan berkaitan dengan interface web pembelajaran yang baik, disain, interaktif, bahan ajar, dan penilaian sesuai dengan perangkat pembelajaran berbasis web. Analisis muka-belakang sangat penting dilakukan sebelum prototipe dikembangkan sesuai dengan Rancangan Penelitian (dalam Ahmad Fauzan, 2002) untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan terhadap web pembelajaran yang telah ada.

Dari analisis data mengenai validitas isi dan validitas rancangan yang telah dinilai oleh validator menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis web sudah bisa digunakan dengan revisi. Ini berarti perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah valid dan telah mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Perangkat dikatakan valid jika telah mampu mengukur apa yang hendak diukur, sesuai dengan teori yang dijelaskan Arikunto. Validator memberikan beberapa saran perbaikan pada perangkat pembelajaran berbasis web.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002), praktikalitas berarti bahwa bersifat praktis, artinya mudah dan senang memakainya. Kepraktisan yang dimaksud disini adalah kepraktisan dalam bidang pendidikan (bahan ajar, instrumen, maupun produk yang lainnya). Praktikalitas berkaitan dengan kemudahan dan kemajuan yang didapatkan siswa dengan menggunakan bahan ajar, instrumen, maupun produk yang lainnya. Kepraktisan secara empiris dilakukan melalui uji keterlaksanaan bahan ajar dalam proses pembelajaran sebagai uji pengembangan (Trisdyanto, 2009).

Berdasarkan teori di atas, maka dikembangkan indikator-indikator yang dapat mengukur tingkat praktikalitas dari web pembelajaran yang telah dirancang dengan menggunakan angket praktikalitas. Analisis poling pendapat tentang praktikalitas pembelajaran berbasis web menggambarkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbasis web telah sesuai dengan yang dikembangkan berdasarkan kesesuaian dengan waktu pembelajaran, kemudahan menggunakan web pembelajaran dan manfaat yang didapatkan dari web pembelajaran.

Berdasarkan hasil analisis poling pendapat mahasiswa tentang kepraktisan pembelajaran dengan perangkat pembelajaran berbasis web, diperoleh gambaran yaitu: (1) Durasi waktu untuk menyelesaikan perkuliahan dengan web pembelajaran http://evaluasimatematika.net/tidak jauh berbeda dengan perkuliahan tatap muka, (2) Pembelajaran berbasis web mudah digunakan oleh mahasiswa karena bahasa mudah dipahami, materi perkuliahan mudah untuk dibaca, web memiliki tombol yang jelas dan mudah untuk dikenali, halaman web mudah untuk dibuka. Kemudahan penggunaan web pembelajaran masih perlu dilakukan revisi pada bagian kemenarikan web, isi web, petunjuk penggunaan web, dan penambahan bagian-bagian web yang mampu menunjang perkuliahan, (3) Web pembelajaran yang telah dirancang memberikan manfaat kepada mahasiswa serta memberikan pengalaman baru dan membuat mahasiswa lebih aktif mengikuti perkembangan teknologi informasi.

Keefektifan perangkat pembelajaran berbasis web dilihat dari kemandirian belajar mahasiswa dengan menggunakan indikator keefektifan. Pembahasan tentang keefektifan perangkat pembelajaran berbasis web diperoleh sebagai berikut, yaitu (1) Pembelajaran berbasis web memberikan kemudahan kepada mahasiswa sehingga menghemat waktu dan biaya karena mahasiswa tidak diharuskan untuk datang ke kampus dan mencetak tugas perkuliahannya, (2) Kemandirian menuntut mahasiswa untuk mampu bekerja sendiri. Dengan pembelajaran berbasisweb kemampuan mahasiswa untuk bekerja sendiri bisa ditingkatkan dan (3) Kemandirian juga menuntut mahasiswa untuk menghargai waktu dan bertanggung jawab. Dengan pembelajaran berbasis web mahasiswa telah bisa menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dan dapat mempertanggungjawabkan tugas-tugas perkuliahan yang telah dibuatnya.

KESIMPULAN

Penelitian ini merupakan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis web pada perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Matematika untuk mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diperoleh kevalidan, kepraktisan dan kefektifan perangkat pembelajaran berbasis web.

Perangkat pembelajaran berbasis web yang terdiri dari web pembelajaran yang di dalamnya telah ada materi, tugas mahasiswa, panduan penggunaan web dan penilaian yang dikembangkan pada perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Matematika sudah valid. Ini berarti perangkat pembelajaran berbasis web yang dikembangkan telah layak dan mampu mengukur apa yang harus diukur sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan.

Secara umum, perangkat pembelajaran berbasis web ini mudah digunakan oleh mahasiswa dan membantu mahasiswa dalam memahami perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Matematika. Mahasiswa cukup aktif mengikuti pembelajaran dengan perangkat pembelajaran berbasis web terlihat dari forum diskusi yang telah dimanfaatkan oleh mahasiswa. Kendala yang dihadapi adalah kesulitan jaringan internet di beberapa daerah tempat tinggal mahasiswa, masih banyak mahasiswa yang belum terbiasa dengan pembelajaran berbasis web, sulitnya berkomunikasi langsung dengan dosen dan mahasiswa lain dalam melakukan diskusi perkuliahan. Namun, keseluruhan proses pelaksanaan pembelajaran dengan perangkat pembelajaran berbasis web berlangsung dengan baik.

Perangkat pembelajaran berbasis web sudah efektif yang ditunjukkan oleh tingkat kemandirian yang cukup tinggi sewaktu pembelajaran berbasis web berlangsung. Perangkat pembelajaran berbasis web yang dikembangkan dapat memunculkan semangat baru bagi mahasiswa dalam pembelajaran. Secara umum, mahasiswa tertarik dan bersemangat mengakses web pembelajaran.

Penelitian ini telah menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis web untuk mahasiswa Program Pascasarjana. Pembelajaran dengan menggunakan web mampu meningkatkan kemandirian, aktivitas serta motivasi mahasiswa. Materi dalam bahan ajar sudah sesuai dengan standar kompetensi yang terkandung dalam silabus perkuliahan, sehingga mahasiswa dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Pembelajaran berbasis web dapat dijadikan sebagai sarana penunjang pembelajaran bagi mahasiswa dalam perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Matematika.

Perangkat pembelajaran berbasis web yang telah valid, praktis dan efektif dapat dijadikan sebagai salah satu inovasi dalam melaksanakan pembelajaran. Perangkat pembelajaran berbasis web dapat meningkatkan semangat  dan kemandirian mahasiswa dalam belajar sehingga proses pembelajaran tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu.

Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis ini dapat dilakukan oleh dosen atau dikembangkan oleh pihak perguruan tinggi. Agar pengembangan pembelajaran berbasis web memperoleh hasil yang maksimal, perguruan tinggi harus memiliki jaringan internet yang memadai. Namun perlu diperhatikan, kevalidan dan kepraktisan serta keefektifan perangkat pembelajaran berbasis web tidak boleh diabaikan, karena faktor ini  sangat menentukan kualitas web pembelajaran.

 SARAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka penulis menyarankan beberapa hal. Pertama, web pembelajaran yang dikembangkan semestinya dipakai sebagai media pembelajaran ataupun sarana penunjang dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya dalam perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Matematika.

Kedua, dalam penggunaan web pembelajaran sebagai sarana penunjang perkuliahan, perlu memperhatikan pengelolaan waktu, karena pembelajaran dapat memakan waktu relatif lama.

Ketiga, sebagai pengguna web pembelajaran, mahasiswa harus kreatif serta mandiri agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Keempat, disarankan kepada peneliti lain, untuk melakukan pengembangan pembelajaran berbasis web pada perkuliahan lain dan tingkat Sekolah Menegah Atas

DAFTAR RUJUKAN

Ally, M. 2004. “Foundations of Educational Theory for Online Learning”, dalam Anderson, T dan Elloumi, F. (Eds). Theory and Practise of Online Learning. Canada: Athabasca University

Darmansyah. 2010. Pembelajaran Berbasis Web Teori Konsep dan Aplikasi. Padang:UNP Press.

Imron.R, Muhammad. 2007. Kuliah Online (online). (http://ilmukomputer.com, diakses 16 Januari 2012).

Mudhoffir. 1990. Teknologi Instruksional sebagai Landasan Perencanaan dan Penyusunan Program Pengajaran. Bandung: Rosda Karya

Poedjiadi, A. 2005. Sains Teknologi Masyarakat. Bandung: Remaja Rosdakarya

Rusman. 2010. Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo

Supriantono. 2008. Pendidikan Orang Dewasa, dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Trisyanto. 2009. Uji validitas, Reliabilitas, Instrumen Penelitian, Opini Validitas, dan Pengertian. http://suhartoumm.blogspot.com/2009/10/uji-validitas-dalam-beberapa-pengertian.html , Online. Diakses pada 10 Februari 2012.

 

 



Pengirim : Firdaus, M.Pd
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas