Selamat Datang di Website Resmi SMA Negeri 1 Padang Panjang. Religius, Berdaya Saing Global dan Cinta Lingkungan.
Banner
jardiknaswikipedia Indonesia
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 823361 visitors
  Hits : 3249 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

firdaus.asri@yahoo.com    
Agenda
22 January 2021
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

PASKIBRAKA

Tanggal : 24-05-2016 08:22, dibaca 1102 kali.

Pemuda – pemudi ini dengan gagahnya mengayunkan tangan dan menghentakkan kaki dalam melaksanakan tugas yang suci. Tanpa ada rasa ragu – ragu mereka memantapkan langkah untuk mengibarkan bendera pusaka. Mereka dengan seragam putih kebanggaan menatap lurus ke depan dengan memikul tanggung jawab yang telah di amanah negara padanya. Mereka adalah pasukan kibar bendera pusaka. Paskibraka.

Berawal dari Kekaguman

Paskibraka ini terbentuk dari berbagai seleksi yang telah dilaksanakan. Berbagai macam hal menjadi dorongan mereka untuk mengikuti seleksi itu. Hal tersebut yang membuat mereka selalu semangat mengikuti berbagai latihan dan seleksi. Rasa kagum dengan paskibraka juga salah satu alasan mereka untuk ikut serta menjadi paskibraka

“Suka banget liat paskibraka yang gagah dan keren berjalan pas upacara” ucap Najla seorang anggota pasukan 8 sore di sela wawancara.

Kekaguman itu dilaksanakan mereka dengan mengikuti seleksi paskibraka. Dengan membayangkan penampilan paskibraka yang gagah itu membuat mereka semakin termotivasi.

Seleksi Sekolah

Seleksi ini dimulai dengan seleksi sekolah oleh kakak – kakak purna paski. Seleksi dimulai pada bulan Januari dengan penyeleksian melalui tinggi badan dan tes fisik berupa lari. Tes pertama berhasil menyaring anggota menjadi 30 putra dan 30 putri. Setelah mendapatkan 60 calon anggota paskibraka dilanjutkan tes kedua.

Tes kedua yaitu berupa tes peraturan baris berbaris (PBB). Pertama peserta seleksi yang berjumlah 60 orang dibagai menjadi beberapa kelompok. Dalam kelompok, diajarkan PBB dasar seperti maju jalan, hormat gerak, isitirahat di tempat dan lain – lain. Setelah pelajaran mengenai PBB cukup, peserta seleksi dites. Peserta diseleksi dengan menutup mata. Peserta disuruh melaksanakan PBB dasar yang telah diajarkan tadi.

Tes ketiga menyisakan 10 orang putra dan 10 orang putri. Peserta yang tersisa 20 orang ini adalah perwakilan SMANSA yang akan mengikuti seleksi kota. Setelah tersisa 20 orang ini mereka melaksankan latihan 3 kali seminggu. Yaitu hari Kamis, Sabtu dan Minggu.

Seleksi Kota

Seleksi kota dilaksanakan pada tanggal 23 April 2015 di Bancalaweh. Seleksi kota ini dibagi menjadi 6 tes. Seleksi kota inilah yang menentukan mereka untuk menjadi Paskibraka Kota Padang Panjang.

“Senang pastinya. Soalnya kalau kami lolos seleksi ini kami akan menjadi Paskibraka Kota Padang Panjang” ujar Syukra menuturkan perasaannya.

Tes pertama yaitu tes kesehatan dengan memperhatikan kesehatan tubuh serta varises di kaki

Tek kedua yaitu parade. Parade adalah tes berupa tes fisik. Tes ini yang dilihat adalah bentuk tubuh. Tubuh yang proporsional adalah yang dituju oleh tes ini.

Tes ketiga adalah tes prikotes tentang wawasan kebangsaan. Tes berupa soal – soal seputar paskibraka, pengetahuan umum, pengetahuan Indonesia dan lain – lain.

Tes keempat adalah tes fisik. Tes fisik berupa lari keliling Bancalaweh. Putra 5 putaran dan putri 4 putaran.

Tes kelima adalah tes kesenian dan wawancara dilanjutkan dengan tes keenam berupa tes PBB. Berakhirlah serangkaian tes Paskibraka. Panitia seleksi akan menilai hasil tes itu dan menentukan anggota Paskibraka Padang Panjang.

“Deg – degan. Kepikiran mulu hasilnya. Lolos gak yah, lolos gak yah” jawab Fami ketika diwawancarai oleh crew Lintang Birru.

Hasil seleksi pun keluar. Setelah tiga minggu menunggu hasil, diperoleh 67 orang anggota Paskibraka Kota Padang Panjang dengan siswa SMANSA sebanyak 9 orang.

Latihan Membentuk Kekompakan

Keluar hasil seleksi bukanlah akhirnya tetapi ini barulah awal dari segalanya. Setelah anggota Paskibraka terbentuk maka disusunlah berbagai latihan untuk membentuk kekompakan mereka. Latihan berguna agar mereka dapat saling mengerti sesama anggota dan semakin kompak layaknya keluarga.

“Awalnya kan gak kenal tuh. Dari latihan inilah kami mulai untuk semakin dekat” sela Fauza di kala wawancara

Latihan rutin dilaksanakan setiap hari Minggu. Tidak hanya latihan rutin. Kegiatan perkemahan pun dilaksanakan untuk mencapai kekompakan itu. Kegiatan ini berisi latihan, pendidikan karakter serta outbond. Kemah yang berlangsung selama 4 hari di PDIKM ini berhasil membentuk kekompakan di antara anggota Paskibraka.

Karantina dan Pengukuhan

Latihan intensif pun digelar demi terciptanya kesempurnaan pada Paskibraka. Latihan intensif dimulai pada tanggal 29 Juli hingga tanggal 14 Agustus. Latihan itu berisi berbagai macam latihan berat guna mengokohkan Paskibraka Padang Panjang ini.

Kemudian dilanjutkan dengan karantina di Hotel Flaminggo. Karantina dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus. Pada karantina ini pengukuhan dilaksankan. Perlu sobat LB ketahui bahwa mereka menjadi anggota Paskibraka Padang Panjang hanya setelah pengukuhan dan penurunan bendera. Jadi, mereka menjadi anggota Paskibraka selama 3 hari. Ketika pengukuhan mereka mendapatkan seragam Paskibraka.

Kegiatan mereka ketika karantina ini agak ringan daripada latihan intensif. Kegiatan mereka diawali dengan shalat subuh berjamaah. Dilanjutkan dengan olahraga pagi untuk menjaga kebugaran tubuh mereka. Setelah itu sarapan pagi 4 sehat 5 sempurna sambil temu ramah dengan anggota lainnya. Cerita – cerita konyol sampai ngegosip menjadi topic mereka ketika sarapan.

Upacara 17 Agustus dan Pawai 18 Agustus

Hari penentuan pun tiba. Hari inilah semua latihan yang telah mereka jalani kurang lebih selama 6 bulan dilaksankan. Berbagai emosi melanda perasaan mereka. Mulai dari cemas, grogi dan takut melanda hati mereka. Semua pertanyaan siap atau tidak berdansa di otak mereka.

“Nervous sih, tapi seneng juga karena hari ini semua mata tertuju pada kami” ujar Dhila.

Upacara dimulai pada jam 10.10. Upacara yang waktu itu dipimpin oleh wakil walikota kita Bapak Mawardi dimulai. Tampak semua peserta upacara telah berbaris dengan rapi. Saat yang ditunggu pun tiba. Dari jauh kelihatan dengan jelas pasukan berseragam putih melangkah gagah ke dalam lapangan. Dimulai oleh pasukan 17 lalu pasukan 8 dan ditutup oleh pasukan 45.

Pembawa baki pada upacara ini adalah Maren siswa SMAN 2 Padang Panjang. Salah satu penggereknya adalah siswa SMANSA yaitu Andega Arga Yanottama. Penaikan bendera dilakukan dengan lancar dan bendera berkibar dengan sempurna

“Deg – degan. Nervous. Takut – takut bendera tidak naik dengan sempurna” jawab Andega ketika diwawancarai oleh reporter RCTI.

Penurunan bendera dilakukan pada sore harinya. Walau telah bekerja keras pagi tadi, tetapi semangat perjuangan belum menguap dari dalam diri Paskibraka ini. Ini adalah momen terakhir mereka menjadi anggota Paskibraka. Setelah penurunan bendera mereka telah menjadi purna Paskibraka Padang Panjang.

Besoknya dilanjutkan dengan pawai 18 Agustus keliling kota Padang Panjang dengan memakai seragam Paskibraka dan meneriakkan yel – yel semangat mereka.

Reward ke Batam

­Upacara dan pawai telah dilaksanakan dengan baik. Tapi habis sampai disitu. Acara dilanjutkan dengan jalan – jalan ke Batam. Letih dan peluh yang telah dikeluarkan terbayar dengan reward yang satu ini. Sebanyak 67 orang Paskibraka diberangkatkan ke Batam untuk menikmati liburan mereka.

Jalan – jalan ke Batam menjadi memori yang tak akan terlupakan oleh mereka. Bukan karena tempatnya tetapi adalah momennya. Momen dimana mereka bersenang – senang bersama menikmati kebahagian dan sejenak melupaka semua kesusahan dan kesedihan yang menerpa relung alis mereka.

Serangkaian tugas suci Paskibraka telah selesai dilaksanakan. Semua cinta dan memori yang telah mereka cipta akan tersimpan secara utuh dalam ingatan. Ketika semua berlalu tak berbekas, kenangan itu akan tetap merasuk dalam ingatan. “Terimakasih kepada kakak – kakak paskus yang telah melatih kami hingga sukses. Kami sayang kakak karena Allah” ucap mereka di akhir wawancara kami.



Pengirim : crew Lintang Birru
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas