Selamat Datang di Website Resmi SMA Negeri 1 Padang Panjang. Religius, Berdaya Saing Global dan Cinta Lingkungan.
Banner
jardiknaswikipedia Indonesia
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 982343 visitors
  Hits : 2412 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

firdaus.asri@yahoo.com    
Agenda
17 June 2021
M
S
S
R
K
J
S
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Lintang Forum Anak

Tanggal : 24-05-2016 08:20, dibaca 1002 kali.

Para Pejuang Anak from SMANSA

Dinding-dinding SMANSA tidak hanya diwarnai dengan warna-warna yang berkaitan dengan akademik, tapi juga non-akademik nih sobat. Kali ini, crew LB telah mewawancarai para pejuang SMANSA yang bertugas untuk memperjuangkan nasib para anak di Indonesia.

Pejuang-pejuang hak anak ini adalah Robby Syaputra (XII MIPA 2) dan Sergio Febrian (XII MIPA 2). Kisah kedua pejuang anak ini bermula sewaktu membaca LB 7. Di dalam lintang ini dimuat sebuah Lintang yang berisikan pejuang anak sebelum mereka. Melihat tulisan itu, siswa SMANSA ini berminat dan mulai bertanya kepada senior yang pernah mengikuti program ini. Setelah mendapat pengarahan, Robby dan Sergio mengikuti Forum Anak Padang Panjang. Saat itu, Sergio terpilih sebagai ketua Forum Anak Padang Panjang dan Robby sebagai Wakil Ketua. Setelah bergelut dengan kehidupan organisasi ini, event yang telah di tunggu-tunggu pun datang.

Untuk tahap awal, diadakan seleksi di tingkat Padang Panjang. Seleksi ini cukup ketat karena harus menentukan siapa yang akan mengikuti Kongres Anak Nasional. Mereka memperkenalkan diri, mengemukakan alasan, dan mengemukakan organisasi apa saja yang telah mereka ikuti dengan bahasa Inggris. Setelah pertimbangan dari anggota Forum Anak Nasional tahun 2014, terpilihlah kedua orang ini sebagai perwakilan Padang Panjang menuju tingkat provinsi.

Di tingkat Provinsi ini adalah tingkat untuk memilih siapa yang akan mengikuti Kongres Anak Nasional tahun 2015. Seleksi ini cukup ketat karena harus bertarung dengan pejuang-penjuang anak dari berbagai daerah di Sumatera Barat ini. Saat penyisihan, wakil-wakil anak dari seluruh daerah mengemukakan tujuan dan visi misi mereka untuk anak-anak di Sumatera Barat. Ini berlangsung cukup panjang, dan akhirnya terpilih 10 wakil untuk Sumatera Barat, dan Padang Panjang adalah satu-satunya daerah yang mengirim 2 orang untuk ke Nasional. Hebat bukan sobat?

Tanggal 4 Agustus 2015, dimulailah perjuangan Anak ini menuju ke tingkat nasional, tingkat dimana seluruh wakil Anak dari seluruh Indonesia berkumpul. Kedua pejuang ini dikirim ke Malang sobat, lebih tepatnya di Kota Batu, Jawa Timur. Setiba mereka di hotel, mereka daftar administrasi dan check in. Pada waktu malam harinya, event pra-pembukaan dimulai. Acara ini cukup heboh dan sangat mengesankan. Setiap daerah di Indonesia bersorak saat nama daerah mereka disebutkan. Suasananya gegap gepita. Melihat keadaan yang heboh, Sumatera Barat tidak kalah. Dengan baju biru yang melambangkan regional Sumatera Barat, Pejuang Anak SUMBAR menyanyikan yel-yel mereka dengan bersemangat. Acara ini selesai hingga larut.

Keesokan harinya, pembukaan dilakukan. Pembukaan dihadiri oleh orang-orang penting yang menyumbangkan jasa dan hartanya untuk memperjuangkan nasib anak-anak Indonesia. Saat pembukaan, istri Walikota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika datang sebagai tamu kehormatan. Ini adalah salah satu kebanggaan dari kota kita yang tercinta ini. Acara pembukaan berjalan dengan hikmad.

Keesokan harinya, rapat paripurna diadakan. Rapat paripurna ini dihadiri oleh anak-anak. Maksud anak-anak ini adalah orang yang berumur kurang dari 18 tahun - Jadi, bagi sobat yang umurnya kurang dari 18 tahun, sobat masih anak-anak lho menurut UU. Di rapat tersebut, ditentukan jadwal rapat dan peraturan selama diadakan Kongres Anak Nasional. Juga, di rapat itu diajukan “ suara anak “. DI dalam sesi ini, pesera yang berjumlah 400 orang dibagi ke dalam beberapa kelompok. Perwakilan Padang Panjang, Robby bergabung ke dalam kelompok kesehatan, dan Sergio bergabung ke kelompok pendidikan. Didalam kelompok ini, diceritakanlah bagaimana kondisi anak-anak di daerah masing masing. Seperti keadaan anak anak di daerah mentawai dimana mereka pada umur 11 tahun (kira-kira masih berada di tingkat SD) menikah sehingga mereka kekurangan dalam bidang apapun seperti ekonomi dan pendidikan. Pada malam hari setelah pengajuan “ suara anak “ dipresentasikanlah apa yang telah masing-masing kelompok diskusikan, dan pada malam itu, dipilih 13 Duta Anak yang akan memperjuangkan nasib anak anak Indonesia. Sayangnya, perwakilan SUMBAR tidak masuk ke dalam duta anak itu karena faktor umur.

Dan diujung cerita ini, pesan dari narasumber kita. Dari S – Sergio, Even untuk menuju nasional itu tidak hanya di bidang akademik. Peluang itu bertebaran dimana-mana, yang penting itu bagaimana tekad kita. Dan, jangan malu berekspresi, just be your self.

Dari R – Robby – buat target dalam hidup. Setiap orang memiliki potensi, yang perlu kita lakukan tinggal menemukannya dan mengembangkan.

Sekian aja nih sobat perbincangan dengan narasumber kita yang nyetrik ini. Ingat pesan dari Warrior for Children ini ya Sobat.  Semoga bermanfaat bagi sobat LB. Bye-bye

 



Pengirim : crew Lintang Birru
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas